![]() |
| Gumpalan asap rokok yang mengganggu kenyamanan berdialog (Sumber foto: halodoc) |
Ruangwicara.com, Bintan - STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Kampus yang dikelilingi pepohonan menawarkan suasana alami yang menenangkan, memberikan tempat yang ideal untuk belajar dan bersosialisasi. Pepohonan yang rimbun tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menyediakan udara segar dan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi. Ruang hijau ini biasanya menjadi tempat favorit untuk belajar, bersantai, dan berkumpul.
Namun, keberadaan banyak asap rokok bisa mengurangi kenyamanan dan kualitas udara dan menjadi masalah signifikan, sebab banyak mahasiswa yang merokok di tempat-tempat terbuka, mengganggu kenyamanan mereka yang tidak merokok. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi mahasiswa yang sensitif terhadap asap, meskipun lingkungan hijau seharusnya mendukung kesehatan. Asap rokok tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mengurangi kualitas udara di sekitar.
Pemandangan pepohonan yang indah bisa terhalang oleh asap rokok, menciptakan suasana yang buruk diantara keindahan alam dan polusi. Mahasiswa yang ingin menikmati keasrian kampus sering kali harus menghadapi ketidaknyamanan ini. Hal ini menciptakan PR bagi pihak kampus dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
Penting untuk menciptakan zona bebas rokok di kampus guna melindungi kesehatan semua orang. Kebijakan ini dapat membantu mengurangi paparan asap rokok, memberikan ruang yang lebih nyaman bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam dan proses diskusi. Edukasi tentang dampak negatif merokok juga dapat meningkatkan kesadaran di kalangan mahasiswa.
Ditambah, kantin yang seharusnya menjadi tempat istirahat Mahasiswa dan Dosen untuk menikmati kuliner kampus, malah harus merasakan keluhan akibat asap rokok yang mengudara. Mereka yang merokok pun tidak ada kesadaran diri untuk menjauh dan mengibas asapnya, malah semakin menggebu-gebu untuk terus merokok tanpa memikirkan orang lain disekitarnya.
Mereka yang merokok juga dengan santainya beranggapan bahwa kantin ialah tempat umum. Justru di tempat umum itulah harus mampu untuk menahan ego dan menghargai orang lain. Orang-orang yang merokok ini memang kurang ada rasa inisiatif untuk tidak merokok dikantin atau memang tidak paham basic manner.
Kampus yang asri seharusnya menjadi tempat di mana semua orang merasa nyaman dan aman. Kebijakan anti-merokok yang tegas bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Keterlibatan semua pihak, termasuk dosen dan staf, sangat penting untuk mengubah budaya merokok di kampus.
Selain itu, menyediakan alternatif bagi perokok, seperti area khusus yang jauh dari ruang belajar, dapat mengurangi dampak asap. Hal ini memungkinkan perokok untuk tetap memiliki ruang tanpa mengganggu kenyamanan orang lain. Dengan demikian, semua orang dapat menikmati keindahan kampus.
kolaborasi antara pihak kampus dan mahasiswa sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang ideal. Melalui diskusi dan tindakan nyata, kampus yang asri bisa menjadi ruang yang sehat dan menyenangkan bagi semua. Upaya bersama ini akan mengarah pada kenyamanan kampus yang lebih baik dan berkelanjutan.
Penulis : Salwa Aulia


!doctype>
0 Komentar