Advertisement

Budaya Mahasiswa dan Dosen Tidak Tepat Waktu Saat Perkuliahan di Kampus STAIN SAR KEPRI

Ruangwicara.com, Bintan - Pada saat pagi hari yang cerah si Roli (Nama Samaran), melangkahkan kakinya dan bergegas akan segera bersiap-siap untuk kekampus. Roli merupakan mahasiswa baru di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Dengan motor kunonya dan penampilannya yang unik, tidak mematahkan semangatnya untuk bergegas ke kampus tercinta. Setelah bersiap-siap diri lalu dia pun berkaca sambil berpantun dihadapan dirinya sendiri karena ketampanannya. Tak lupa pula Roli menyiapkan bekal, karena Roli ialah orang yang super hemat.

Waktu menunjukkan pukul 06.50 WIB dan Roli pun bergegas untuk menghidupkan motor kunonya, setelah memanaskan motor tak lupa juga Roli memakai helm agar tidak ditilang. Roli sangat waspada terhadap polisi, kalau ketangkap karena ditilang, bisa-bisa dia cemas dan keringat dingin. Setelah memakai helm, Roli pun melihat dirinya di kaca spion motornya sambil berpantun karena ketampanannya. Sebelum berangkat Roli pun kembali untuk mengecek barang-barang bawaannya agar tidak ketinggalan saat sampai dikampus tercinta.

Setelah sampai dikampus, Roli pun memarkirkan motornya dengan santai karena parkiran motor sangat sepi dan tidak ada motor satu pun, selain motor pak satpam. Padahal waktu menunjukkan pukul 07.35 WIB. Roli pun terheran-heran dan segera bergegas untuk menuju kelas. Sebelum menuju kelas, Roli kembali berkaca di toilet kampus sambil berpantun karena ketampanannya. Saat menutup pintu toilet, pintunya terbuka secara tiba-tiba dan dia pun melakukan secara berulang-ulang, akhirnya dia pun kesal sendiri karena pintu toiletnya tidak bisa tertutup rapat.

Sepinya Parkiran dipagi Hari (Sumber: Indra)

Setelah dikelas, Roli pun terheran-heran sambil berkata “Lho? Kok masih tidak ada orang? Kok sepi? Pada kemana ini temen-temen? Padahal ini waktu menunjukkan pukul 07.55 WIB, Padalahal 5 menit lagi waktu perkuliahan dimulai”. Sambil kebingungan Roli pun cemas dan asik memandang jam tangan secara tergesah-gesah. Roli pun berkaca melalui handphone dengan muka yang panik dan rambut yang sudah tidak rapi.

Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB dan hanya 6 orang dari 19 orang dalam 1 kelas. Roli pun bergegas untuk menyepam grup whatsapp agar teman-teman nya tidak terlambat saat perkuliahan. Tanpa disadari bapak dosenpun terlambat untuk masuk kekelas, padahal saat pembuatan Kontrak Perkuliahan paling lambat masuk kelas itu pukul 08.10 WIB, hanya diberi kesempatan 10 menit untuk terlambat masuk kelas. Roli mengira dosen masuk kelas akan lebih cepat dibanding waktu yang sudah di tentukan, ternyata ekspetasi Roli jauh berbeda dari kenyataannya.

Tentu Roli sangat menaati jam berangkat pada perkuliahaan yang sudah tertera pada Kartu Rencana Studi (KRS), yang tertera jika masuk perkuliahaan pada jam 08.00 WIB. Menghargai waktu adalah ciri-ciri orang yang disiplin. Roli tidak mau mengecewakan waktu yang sudah di patuhinya, maka dari itu dia tidak terlambat untuk menuju ke kampus. Namun tidak halnya dengan lingkungan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, waktu suka diatur sendiri sesuai kehendak dan kepentingan pribadi. Tidak hanya Mahasiswa/inya, sebagian dosennya pun sama hal begitu. Padahal mobilitas di kota ini tidak padat seperti dikota-kota besar lainnya. Mungkin beragkat jam 07.00 WIB dianggap terlalu cepat, maka dari itu sebagian besar mahasiswa/iberangkat kekampus 15menit sebelum jam perkuliahan berlangsung tanpa memikirkan kendala yang terjadi di jalan nanti.

Membuat kontrak belajar untuk berangkat melebihi jam yang ada di KRS mungkin boleh-boleh saja, tetapi perlu di ingat melakukan hal tersebut adalah bagian dari korupsi waktu. Apakah lebih baik jika kita patuh pada jam kuliah yang ada di KRS. Toh.. pada waktu UTS (ujian tengah semester) dan UAS (ujian akhir semester) ketika jam kuliah di KRS di berlakukan dan mahasiswa serta dosen harus berangkat secara on time, bisa di lakukan. Semua tergantung kepada niat dan ikhtiar kita masing-masing.

Ada beberapa dosen yang tepat waktu saat mengajar. Bahkan ada dosen senior yang bener-bener disegani oleh banyak mahasiswa di kampus. Jika ada mahasiswa yang terlambat tidak di perbolehkan untuk masuk kedalam kelas, jika masuk dianggap tidak hadir selama jam perkuliahan. Ada juga dosen yang sabar dengan tingkah laku mahasiswa yang suka terlambat masuk perkuliahan. Dan ada juga dosen yang melarang mahasiswa untuk bermain hp, makan dan minum dikelas. Hal itu memiliki tujuan yang baik yaitu dengan menekankan akannya adab dan etika terhadap dosen dan focus dalam jam perkuliahan.

Sebenarnya banyak sekali kebiasaan – kebiasaan kecil yang sebenarnya menyalahi aturan, tapi sudah di anggap lazim di Kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan riau. Yaitu nengenai sampah yang masih banyak bertebaran di lingkungan kampus terutama di kantin. Padahal sudah disediakan sarana untuk membuang sampah di tempatnya, tetapi mahasiswa kadang tidak peduli dengan sampah. Lalu saat di toilet banyak nya sampah puntung rokok di wastafel air, hal tersebut membuat saluran air tersumbat jika punting rokok dibiarkan mengalir di saluran air.

Dosen, sebagai pilar utama dalam proses pendidikan, memegang peranan krusial dalam membentuk perilaku mahasiswa. Sayangnya, ketidakdisiplinan dosen, terutama dalam hal waktu, dapat menjadi contoh buruk yang diikuti mahasiswa. Keterlambatan dosen dalam mengajar seringkali memicu sikap serupa pada mahasiswa, yang menganggap keterlambatan sebagai hal yang wajar. Sebaliknya, dosen yang disiplin dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih menghargai waktu. Disiplin waktu tidak hanya penting dalam kehadiran, tetapi juga dalam hal pengumpulan tugas. Toleransi terhadap keterlambatan dalam mengumpulkan tugas dapat membuat mahasiswa menjadi kurang bertanggung jawab.

Dosen itu kayak panutan buat mahasiswa, kan? Kalau dosennya sering telat, ya mahasiswa ikut-ikutan telat. Bayangin aja, kalau dosennya udah biasa datang 20-40 menit telat, ya mahasiswa mikirnya, "Ah, biasa aja nih dosen telat. Nanti aja deh berangkatnya." Tapi kalau dosennya disiplin, mahasiswa pasti takut telat. Soalnya, kalau telat kan biasanya enggak dipanggil absen. Selain soal kehadiran, masalah mengumpulkan tugas juga sama. Kalau dosennya santai aja soal tenggat waktu, ya mahasiswa jadi enak sendiri ngumpulin tugasnya. Dari contoh-contoh kecil ini, kita bisa belajar pentingnya disiplin waktu.

Penulis : Indra Sukmana

Posting Komentar

0 Komentar