Ruangwicara.com, Bintan - Sebagai seorang dokter ataupun seorang perawat, tentunya harus lebih aktif dalam memerankan komunikasinya, terutama terhadap pasien di rumah sakit. Pasien merupakan suatu hal yang sangat penting dalam proses terapeutik di sebuah rumah sakit. Peran komunikasi dokter sangat penting dalam melakukan pelayanan medis, karena bahasa, kata-kata dan intonasi bicara yang tepat maka dokter dapat menggali informasi dan dapat mengetahui apa yang dibutuhkan pasien. Komunikasi pada pasien merupakan hal yang sangat penting sekali dan wajib dalam dunia medis. Seorang dokter dalam memperoleh sebuah informasi dari pasiennya dapat mengkaji atau mengetahui penyakit yang dialami pasien melalui berkomunikasi. Pada saat berkomunikasi pada pasien satu dengan yang lain, pastinya sangat berbeda. Komunikasi merupakan hal pertama dalam berhubungan seorang dokter dengan pasiennya. Hubungan antara dokter dan pasien merupakan sebuah komitmen yang dihadapi dari seorang dokter untuk menangani pasien dan saling bekerjasama antara pasien dengan dokter yang bertujuan untuk mempermudah proses kesembuhan pasien tersebut. Kualitas komunikasi yang terjadi diantara kedua belah pihak akan menghasilkan kepuasan di dalam diri pasien karena pasien akan merasa nyaman dan puas dan kembali lagi kepada dokter yang sama jika komunikasi mereka baik dan efektif.
Komunikasi
dokter dengan pasien dipengaruhi oleh berbagai aspek. Seperti pengetahuan dan
pengalaman, baik dari diri pada pasien maupun dokter. Oleh sebab itu, komunikasi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dokter dan pasien yang dapat berpengaruh pada proses penyembuhan yang tengah dilakukan.
Bagaimana
menjalin komunikasi yang baik terhadap pasien?Seorang dokter dalam tugasnya
untuk mendengarkan penyakit apa yang dialami pasiennya, pastinya perlu
memberikan perhatian penuh, apalagi kepada anak-anak kecil yang sering takut
kepada dokter saat menjalankan keperawatan, mendengarkan penuh perhatian, ini
bagian yang sangat penting dalam pola komunikasi dokter kepada pasiennya yang
banyak keluh kesah sakit yang dialami sang pasien selama berinteraksi dengan
pasien, memberikan ruang kepada pasien untuk menyampaikan keluhan.
Banyaknya
keluhan dan ketidakpuasan pasien terhadap pola komunikasi dokter kepada
pasien-pasien mereka. Hal ini disebabkan rusaknya interaksi hubungan dokter
dengan pasien dan pasien merasa kurang nyaman akan berkunjung kembali ke rumah
sakit jika ini terjadi terus-menerus akibat kurangnya pola komunikasi yang baik
terhadap seorang pasien. Namun juga, banyak dokter yang melebih-lebihkan
kemampuan komunikasi diagnosa nya kepada pasien sehingga pasien merasa ragu dan
takut.
Komunikasi
dokter kepada pasien yang efektif adalah fungsi klinis utama dan komunikasi
yang dihasilkan adalah jantung dan seni kedokteran. Tujuan utama dalam
komunikasi dokter kepada pasiennya saat ini adalah untuk menciptakan hubungan
yang baik, agar bisa memfasilitaskan pertukaran informasi, dan mengikutsertakan
pasien dalam mengambil keputusan yang diberikan oleh dokter. Komunikasi yang
efektif ditentukan oleh sikap disamping tempat tidur. Ini adalah cara dokter
supaya pasien nyaman dan tenang saat menyampaikan sakit nya, dan sang dokter
akan merasa baik dalam komunikasinya.
Komunikasi
yang baik berpotensi membantu dokter dalam menangani emosi pasien,
memfasilitasikan pemahaman informasi medis kepada pasien dan memungkinkan
identifikasi kebutuhan pasien nantinya dan harapan pasien dengan lebih baik.
Apa saja sih
yang harus dilakukan agar komunikasi antar dokter dengan pasien berjalan dengan
lancar? Yang pertama itu pastinya:
1.
Jujur.
Rata-rata kebohongan menjadi salah satu komunikasi yang sangat tidak akurat
dalam menyampaikan pesan kepada pasien. Seorang dokter harus berkata jujur
kepada pasien, meskipun berbohong sering dipakai dokter untuk menutupi sakit
parah yang dialami pasien
2.
Tidak
membingungkan dan cukup ekspresif. Tidak membuat pasien merasa kebingungan
dalam penyampain pesan.
3.
Bersikap
positif. Seorang dokter harus bersikap tenang dan lemah lembut meskipun kadang
pasien selalu menyusahkan dan keras kepala terhadap dokter.
4.
Empati
bukan Simpati.
5.
Mampu
melihat permasalahan klien dari kacamata klien.
6.
Menerima
klien apa adanya.
7.
Sensitif
terhadap perasaan klien. Sikap seperti ini membuat dokter selalu peka kepada
pasiennya apa yang dialami
8.
Tidak
mudah terpengaruh oleh masa lalu klien ataupun diri dokter sendiri
Ada
beberapa teknik yang harus dilakukan dokter ketahui dan pahami dalam berkomunikasi dengan pasien,
diantaranya:
1).
Membuka komunikasi. Mengawali percakapan dengan topik seperti “Apa yang bisa saya bantu?”. Denga pertanyaan seperti itu pasien dapat membuka awal percakapan dengan kita. Percakapan kepada anak-anak bisa diawali canda gurau
seperti pertanyaan-pertanyaan seputar mainan “Wah mainannya keren ya, beli
dimana itu” agar anak merasa tidak takut.
2).
Memberikan seputar pertanyan yang berkaitan terhadap pasien. Seperti “Halo ibu/ bapak sakit
apa yang sedang dialami sekarang?”.Tentu sebelum memeriksakan kondisi yang dialami pasien, kita harus memberikan pertanyaan kepada pasien mengenai sakit apa yang dirasakan terhadap pasien.
Tidak bisa langsung memeriksa begitu saja,
karena pasien bisa berpikir kalau kita tidak tertarik dengan omongan
yang pasien sampaikan
tersebut kepada kita, maka mereka merasa tidak nyaman,
takut dan segan terhadap kita.
3).
Mendengarkan secara efektif. Dalam berkomunikasi kepada pasien, semestinya kita harus mendengarkan keluhan terlebih dahulu apa yang pasien alami. Dengan demikian komunikasi berjalan dengan
lancar. Dokter maupun tenaga medis harus mampu dan sabar mendengarkan keluhan dan ungkapan perasaan
yang dimiliki oleh pasien.
Pasien dapat merasakan bahwa kita sebagai dokter tertarik mendengarkan dan memahami pembicaraan yang kita sampaikan.
Itulah beberapa cara komunikasi yang efektif dengan pasien dan bisa dilakukan untuk membantu pasien dalam proses pengobatan dan penyembuhan yang akan dijalani oleh mereka.
Dengan demikian, dalam sebuah komunikasi dengan pasien, seorang doketer perlu memberikan perhatian
penuh dan mendengarkan dengan saksama terhadap pasiennya.
Selama berinteraksi dengan pasien, seorang doketr harsu mendegarkan dengan sabar semua keluhan yang disamapaikan oleh pasien. Dokter harus memperlihatkan sikap yang terbuka sehingga pasien sangat nyaman untuk berkomunikasi dengan dokter, terkadang pasien merasa ragu dalam menyampaikan semua keluhan
yang mereka rasakan dan alami.
Semoga tips diatas dapat membantu menyelesaikan
permasalahan yang dialami oleh dokter dan tenaga medis dalam berkomunikasi
dengan para pasiennya.


!doctype>
0 Komentar