Suatu tahun pada 2022, Dimana suasana Ramadhan yang penuh khidmat, yang mana keluarga kecilku berkumpul untuk ibadah bareng dibulan puasa. beragam kesibukan yang sedang dijalani, akan tetapi di berbagai kesibukan tersebut, ada rumah yang sangat nyaman untuk berkumpulnya keluargaku di saat akan berbuka puasa. walaupun cuaca yang tidak menentu, kadang panas, dan kadang hujan. Itu bukan menjadi penghalangku untuk tidak berpuasa. Karena, adanya penyemangat dari emak dan bapakku. disaat mereka bersusah payah mencari nafkah tetapi tetap berpuasa. masa disaat aku yang hanya dituntut untuk belajar malah tidak semangat berpuasa. hal tersebut yang membuatku untuk semangat berpuasa.
Hal favorit yang dilakukan yaitu ketika buka puasa bersama keluargaku. Bisa duduk bersama dan menikmati makanan dan minuman bersama sambil senyum yang hangat dibulan ramadhan. Tentu masakan ibuku tidak ada tandingnya, dengan Tahu goreng yang sangat enak, sehingga kami rebutan dalam menyantapnya, padahal emak sudah menjatakan setiap anaknya untuk dapat makan tahu goreng buatannya. Apalagi dengan air cincau yang tak kala enaknya buatan emak, yang membuat kami selaku anak-anaknya berlomba-lomba untuk menghabiskan air cincau buatan emak secepat-cepatnya sehingga dapat menambahkan airnya kembali.
Dalam hal ini membuatku berfikir jika kita saat puasa itu harus sedarhana, dan selalu merasa cukup dengan nikmat yang telah diberi Tuhan untuk hamba-hambanya yang sedang berjuang dijalannya. Dengan nikmat yang diberikan Tuhan untuk dapat beribadah dibulan Ramadhan dengan keluarga itu merupakan memori yang sangat berkesan bagiku saat ini. Apalagi disaat Lebaran Id Fitri, kami memakai baju lebaran baru, tetapi tidak couplelan dengan warnanya, karena setiap kami memiliki selera yang berbeda-beda. Apapun bajunya yang penting kebersamaan dalam keluarga yang membuatku sangat bersyukur bisa dipertemukan orang yang sangat berharga didunia ini. Taklupa juga kami melakukan foto bersama, Bermaaf-maafan yang sudah menjadi tradisi, dan makan opor ayam buatan emak yang sangat lezat.
Setelah itu, kami berkunjung kesemua keluarga emak, yang cukup jauh jaraknya dan banyak saudara-saudari tertua dari emak yang kami kunjungi. Disitu juga tempat kami spupu-spupu bertemu dan mengobrol sekaligus tertawa bareng, sehingga tak terasa waktu yang mengahalangi kami untuk harus berpisah, untuk dapat berkunjung kerumah keluarga yang lain. Dengan keluarga bapak, kami bertemu melalui Via Online, karena keluarga ayah yang jauh dari kota yang kami duduki saat itu. tentu Ramadhan dan Syawal pada tahun 2022 tersebut memiliki makna yang sangat penting bagiku, karena pada moment itu dimana perkumpulanku dengan keluarga terakhir kali.
Di September 2022, Dimana bulan tersebut merupakan perpisahan sementara atau bahasa gaulnya yaitu LDR bersama keluargaku. Saat diantar ke pelabuhan, ketika diperjalanan kami tertawa bareng, ngobrol bareng yang berkesan tidak terjadi apa-apa. Saat tiba di pelabuhan, moment itu menjadi hangat, sedih karena perpisahan semakin dekat. aku pun memeluk bapak dan emak sambil menangis, seketika aku seperti anak kecil yang terjatuh sehingga terluka. Waktu yang memisahkan kami, yang mengharuskan aku untuk menempuh pendidikan di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
Di bulan Ramadhan tahun 2023, Atas izin Allah orang tua ku hadir ke kota tempat aku belajar yaitu Kota Tanjung Pinang, tanpa disangka-sangka, yang seharusnya anak menjumpai orang tua, namun ini sebaliknya. hal itu membuatku, sangat senang bisa bisa berkumpul lagi bersama keluarga, tetapi kali ini Lebarannya berbeda. yaitu dengan orang tua, kakak, dan keluarga ku dirantauan yaitu Tanteku beserta suami dan anak-anaknya. selama kuliah disini, aku tinggal dirumah tanteku.
Banyak hal yang ku tunjuki dan menjelajahi pulau Bintan bersama keluarga ku, tak lupa pula kami berkunjung ke salah satu pantai yang ada di Pulau Bintan, yaitu Pantai Trikora. begitu indah Pantai dengan air laut yang biru, banyak bebatuan yang indah, dan bersih dari sampah beserta udara yang asri, yang membuat keluargaku nyaman saat berkunjung ke Pantai tersebut.
Dua tahun terakhir kali ini yang membuatku harus bisa sabar dengan kenyataan. Karena, 2 kali bertemu Ramadhan dan Syawal aku tidak bisa menjalaninya bersama keluargaku. banyak cobaan yang sedang dialami, dengan hal itu membuatku tidak putus asa begitu saja. kami hanya bertemu dan berinteraksi melalui via online, dengan emakku yang menujukkan masakan yang tiada lawan, kue-kue yang nikmat, yang membuatku harus bisa lebih sabar dalam menghadapi LDR ini. saat membuka gadget yang mana orang-orang memosting suasana lebaran dengan keluarga, aku hanya bisa tersenyum dan sabar.
Sebagai Mahasiswa, aku harus mampu menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menyeimbangkan pendidikan dengan organisasi, dan yang pasti mampu untuk lulus cepat. Allah bakal memberikan cobaan yang sesuai dengan kemampuan kita. Semua akan indah pada waktunya. Usaha ditambah Doa merupakan bukti yakinku akan hasil yang indah disuatu saat.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Penulis : Indra Sukmana

!doctype>
0 Komentar