Ruangwicara.com, Bintan - Pilkada biasanya juga di sebut dengan pemilihan kepala daerah yang dimana setiap calon yang ingin memimpin daerah tersebut harus dengan keadaan yang baik dan memiliki pandangan tentang daerahnya sangat baik, jadi setiap pilkada yang ada sampai hari ini kita masih sama-sama bisa menyaksikan dan memperhatikan apa sih itu pilkada.
Membahas
seputar pilkada banyak mengingatkan kita tentang bagaimana pemilihan itu
berlangsung dan apakah pemilihan itu fair di mata masayarakat. Berbicara soal
bagaimana pemilihan itu berlangsung sampai saat ini kita pun tidak mengetahui
bagiamana dinamika dalam pemilihan tersebut, dari yang kita ketahui tentang
pemilihan adalah di dalam nya benar-benar fer siapa suara paling banyak tapi
kenyataannya bisa jadi tidak, krena sejauh ini kita sendiri pun tidak
mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan di lakukan oleh panitia bawaslu,
bisa jadi mereka di bayar agar suara calon tersebut terjamin terpilih, bisa
juga murni.
Sedang
bagai mana di dalam pemilihan itu benar atau tidak benar-benar pemilihan dapat
di lihat nanti setelah calon tersebut terpilih dan memimpin daerah, mungkin
sewaktu calon menggelar kegiatan untuk mendapat kan suara cara yang di lakukan
sangat baik dan di pandang menarik oleh masayarakat. Tak lagi memikirkan
progres ynag pernah di lakukan atau rekam jejak mereka. Dalam beberapa kasus
banyak di temui hal yang tidak wajar seperti membayar suara kepada orang yang
kurang dalam segi ekonomi, malah dalam kasus lain masyarakat tertentu banyak di
iming-imingi hal yang tidak atas dasar kekurangan dalam masyarakat.


!doctype>
0 Komentar