Advertisement

5 Perkara Sebelum 5 Perkara

 

Sumber : https://www.niadi.net/2020/06/ingatlah-5-perkara-sebelum-5-perkara.html

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna diantara yang lainnya, dibekali dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Namun sering kali kita hidup sebagai manusia yang seakan-akan lupa bahwa di dunia ini hanya sementara. Banyak hal yang membuat kita terlena akan hal yang seharusnya dilakukan sebagaimana mestinya.

Sering kali kita dengar mengenai berbagai macam nasihat tentang bagaimana hidup di dunia ini akan selamat hingga diakhirat kelak. Salah satu nasihat yang sangat populer dan sering saya dengan adalah “5 Perkara sebelum 5 Perkara”. Dalam nasihat ini, berisi tentang bagaimana kita sebagai manusia memanfaatkan lima hal penting sebelum datang perkara yang menghalanginya.

Perkara pertama adalah manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Masa muda merupakan fase kejayaan setiap manusia. Semangat akan melakukan segala hal seakan terus bergejolak dan selalu menemukan sesuatu hal yang baru dalam hidup. Hal yang kita lakukan dimasa muda juga akan menentukan bagaimana kehidupan ketika dimasa mendatang.

Manfaatkan masa muda dengan baik, merupakan kunci bagi kita meraih kesuksesan dalam hari tua kelak. Akan banyak penyesalan nantinya ketika sadar bahwa tubuh ini sudah tidak sanggup untuk melakukan aktifitas seperti anak muda dahulu. Perbanyak pengalaman serta haus akan ilmu dapat menyelamatkan hari tua kelak, karena kita sudah mempunyai bekal dan pengalaman dimasa muda lalu. Serta perbanyak berbuat kebaikan dan beramal sholeh ketika muda, karena jika kondisi sudah tua kelak akan menghalangi kita dalam melakukan berbagai aktifitas.

Perkara kedua adalah manfaatkan masa sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Sehat merupakan salah satu nikmat yang Allah Swt berikan kepada kita. Seseorang sering kali tidak sadar betapa pentingnya masa sehat ini, banyak yang mensia-siakan waktu dan badannya untuk hal yang malah akan membuat dirinya jatuh sakit. Sakit merupakan fase dimana Allah Swt mengampuni dosa kita, karena dengan sakit dapat menyadarkan bahwa pentingnya batasan bagi diri ini untuk melakukan berbagai hal. Maka dari itu, memanfaatkan masa sehat itu merupakan sebuah kenikmatan yang patut kita syukuri, karena banyak orang diluar sana yang sakit tetapi Allah Swt belum memberikan kesembuhan, dan ingin sehat supaya dapat beraktifitas dengan sebagaimana mestinya. Karena sehat itu merupakan sesuatu hal yang mahal dan patut kita syukuri, jangan malah membawa diri kepada hal yang membuatnya menjadi sakit.

Perkara ketiga adalah manfaatkan masa luangmu sebelum datang waktu sibukmu. Kebanyakan orang sering kali menunda akan hal yang ingin dilakukannya dengan alasan masih ada waktu nanti. Padahal, hal ini merupakan salah satu bentuk bagi kita tidak memanfaatkan waktu luang yang ada. Karena ketika sudah datang waktu sibuknya, kita tidak dapat lagi berlena-lena menikmati waktu luang tersebut. Salah satu bentuk pemanfaatan waktu luang yang baik adalah dengan melaksanakan berbagai macam ibadah, senantiasa menimba ilmu, dan melakukan hal yang bermanfaat. Kebanyakan orang sering tidak sadar akan waktu luang ini, banyak yang malah sering membuang waktunya untuk hal yang tidak berguna. Padahal waktu merupakan sesuatu hal yang mahal karena tidak dapat kita ulang apa yang sudah terlewati. Jangan menjadi salah satu bagian dari orang yang merugi akibat tidak memanfaatkan waktu luang yang ada karena melakukan hal yang tidak berguna baginya untuk kemudian hari.

Perkara keempat adalah manfaatkan masa kayamu sebelum datang waktu fakirmu. Seseorang sering kali lupa siapa yang memberinya kekayaan dan malah sering menghamburkan hartanya untuk hal yang tidak bermanfaat. Dalam kekayaan yang kita miliki terdapat sebagian harta milik orang lain juga yang semestinya dikeluarkan dengan cara sedekah. Hidup bergelimang kekayaan dapat membuat orang lupa akan siapa dirinya, banyak fenomena yang sering kita lihat munculnya sifat sombong dan bahkan merendahkan antar sesama. Buatlah masa kaya ini bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita, supaya harta yang dimiliki menjadi berkah. Karena saat sudah datang masa fakirnya, siapa yang ingin menolong dan membantu nantinya jika semasa kaya justru banyak menyombongkan diri dan menghamburkan hartanya untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya.

Perkara yang terakhir adalah manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu. Semasa hidup didunia, ini merupakan ladang amal bagi kita untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Banyak orang yang sudah meninggal ingin hidup kembali hanya karena ingin beramal saja. Bagi kita yang masih hidup didunia ini, pergunakan waktu sebaik mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat. Karena ketika meninggalkan dunia ini, kehidupan setelahnya sangat bergantung dari apa yang kita buat selama di dunia dahulu. Ketika seseorang itu meninggal maka terputuslah amalannya, kecuali amal jariyah.

Sejatinya hidup didunia ini hanya sementara, kehidupan yang kekal dan abadi hanya diakhirat kelak. Buatlah kehidupan didunia sebaik mungkin supaya orang disekitar kita dapat merasakan manfaatnya, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanafaat untuk orang lain. Kematian merupakan sesuatu hal yang pasti akan dialami oleh setiap manusia, maka dari itu jangan sampai lupa akan hal ini. Maut seseorang tidaklah memandang umur, jabatan, prestasi, ataupun kekayaan. Tidak ada manusia didunia yang tau kapan dia akan meninggalkan dunia ini, untuk itu senantiasa persiapkan diri kita dengan memperbanyak amal-amal sholeh supaya dapat masuk kedalam surganya Allah Swt.

Nasihat tentang 5 perkara sebelum datang 5 perkara ini mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang selalu Allah Swt berikan. Jangan terlena akan kenikmatan yang diberikan dan membuat kita lalai akan tugas yang harusnya dilakukan sebagai manusia. Penting bagi kita memanfaatkan kesempatan yang ada sebelum datang keadaan yang mungkin dapat menghalangi diri ini berbuat amal kebaikan dan mencari bekal untuk kehidupan yang kekal nantinya. Marilah bersama menjadi pribadi yang selalu ingat akan adanya perkara baik dan datangnya perkara buruk.

Penulis : Ahmad Munib

Posting Komentar

0 Komentar