Advertisement

LEBARAN

    

Maaf-maafan bersama keluarga

    Tanjungpinang, Ruangwicara.com - Setelah sebulan berpuasa umat islam akan merayakan hari kemenangan, merayakan dengan penuh kebahgiaan bersama keluarga yang tercinta, moment yang dimana sangat di rindukan dalam hangatnya kebersamaan, makna idul fitri disebut sebagai hari kemenangan karna umat islam telah berhasil menyelesaikan ibadah yang penuh tantangannya, yaitu puasa ramadhan. kemenangan ini bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual, yakni keberhasilan dalam mengendaikan hawa nafsu dan menjauhkan diri dari godaan duniawi.

    Menang bukanlah memakai baju baru di hari raya, bukan pula berlomba pencapaian, apalagi harta. menang itu disaat kita sendiri mampu menundukkan hawa nafsu untuk taat kepada Allah. disaat mampu bermalas-malasan, namun mampu memilih untuk membuka Al-Qur'an. disaat mampu scrolling media sosial, namun mamu memilih beranjak untuk menunaikan sholat sunnah terawih. disaat mampu tidur pulas, namun mampu menghidupkan sepertiga malam. di saat rasa malas dan enggan, namun mampu untuk terus berusaha melakukan amal sholeh, itulah kemenangan yang sesungguhnya.

    Mampu memenangkan pertarungan terhebat dengan godaan dalam dirimu sendiri, mampu melampaui dirimu dibulan-bulan yang lalu, mampu mewujudkan pribadimu yang jauh lebih baik, mampu berpaling dari godaan dunia untuk mendapatkan pahala akhirat, itulah kemenangan yang Allah anugerahi kepada orang-orang yang bertaqwa, mudah- mudahan kita semua termasuk dalam orang-orang yang bertaqwa. 

    Ada perjalanan yang jauh yang membuat kita memahami bahwa hari kemenangan tidak selalu bahagia. beberapa orang yang sedih karna kehilangan sebagian keluarganya, ada jugak yang tidak dapat pulang dengan kesibukannya, dan ada jugak yang harum rumahnya sepi, hanya merindukan soraian canda tawa yang tentunya tidak tau harus berbutat apa, selain menerima takdir yang telah diberikan. ternyata disini kita memahami bahwa hari kemenangan itu sebagai bentuk memaafkan. memaafkan oleh keadaan, memaafkan segala kejadian, meamaafkan segala bentuk ketidak bahagiaan, dan memberikan suatu kesimpulan bahwa terkadang hidup ini bisa di rayakan dengan tertawa, dan terkadang juga bisa di rayakan dengan tetesan air mata.

    Inilah aku dan kisah di hari lebaran ku, arti lebaran kali ini masi sama dengan hari lebaran sebelumnya, Tercium hangat hidangan di suasana hari raya, dimana kebersamaan keluarga menjadi point utama di hari kemenangn ini, tentunya aku bersyukur dan berterimaksih masih di anugrahi keluarga yang lengkap, dan harapnnya semoga aku terus merasakan hangatnya kebersaman dengan keluargaku di hari” selanjutnya.

Saling maaf-memafkan untuk memulai kisah perjalanan di lembaran selanjutnya.

Foto Keluarga

Penulis : Masita Dahlia


Posting Komentar

0 Komentar