![]() |
| Kebersamaan yang Indah |
Ruangwicara.com, Bintan - Setiap momen lebaran selalu istimewa dengan cara yang berbeda. Maknai dan syukuri secukup-cukupnya. Hari lebaran bisa mengalahkan gengsi untuk mengakui kesalahan.
Hai, aku Salwa akan berbagi pengalaman raya tahun ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran saudara yang belum pernah aku temui 21 tahun membuat aku ragu untuk bersuka cita bersama mereka. Karna rasa asing yang menurutku ga bisa membuat kami sedekat nadi dalam waktu kurun 5 hari saja. Namun, semua itu sirna ketika mendapat chat kalau sepupu aku mirip sifatnya sama aku yang mentel, tengil, dan banyak gaya ini. Hingga akhirnya mikir, "ah kalau macam gini mah gampang interaksinya". Belum lagi sepupu-sepupu lainnya yang juga receh diajak becanda. H-1 lebaran aku baru bisa pulang kerumah sebab baru siap kerja. Mereka menyambutku dengan happy dan disitu ternyata sadar, kalau deket sama orang a.k.a saudara baru jumpa tu segampang itu kalau kita sefrekuensi hahahaha.
Hari kemenangan pada 1 Syawal kami rayakan dengan penuh suka cita. Diawali dengan sholat ied, lalu salam²an dan maaf²an bersama orangtua dan bude pakde ku. Tapi yang keluar bukan air mata, melainkan ketawa ketiwi yang tiada henti karna kekocakan kami semua. Biasalah para Gen-Z ni selalu gengsi untuk momen sakral dan tangis²an. Tapi kami tetap sungkem dong dengan orangtua kami. Tak selesai sampai disitu, kami melanjutkan dengan trend² gen-z yang mesti libatkan semua orang tua (karna event setahun sekali aja, readers). Awalnya ayahku yang gengsinya luar biasa, bahkan diajak foto aja susah. Ini diajak sama sepupuku untuk buat trend 'velocity', yah pada akhirnya semua mengikuti kemauan sepupuku krna kelihaiannya membujuk ayahku, hahahaha.
Lebaran hari pertama kami diakhiri dengan silaturrahmi kerumah tetangga, dan anehnya di umur aku yang masuk ke-22 tahun ini masih dapat THR loh readerss. Udah nolak terus²an, tapi dipaksa untuk menerima, yaa mau ga mau terima yaak (padahal memang diumur kita yang butuh THR). Prasangka ku hanya satu rumah saja. Ternyata nak 10 rumah pun memberiku THR yang bukan pecahan 2000 lagi, tapi udah mencapai 20.000. Ini yang aku suka dengan kampungku, karna mereka tau kali yak siapa yang lebih membutuhkan THR itu hahahaha.
Hari kedua dan ketiga syawal ku bersama keluarga, kami habiskan untuk berwisata di Tanjungpinang Bintan. Aku kenalkan semua keindahan alam Kepri yang selalu di puja puja masyarakat asing ini. Mulai dari gurun pasir, pemancingan poyotomo yang view nya gunung bintan, lagoi bay beach, lagoi bay lake. Selanjutnya kami berwisata ke pulau penyengat, patung seribu dan diakhiri berenang di areca. Tadinya mau lanjut lagi, namun para orang tua kami sudah kelelahan, maklum lah ya faktor U.
Kebersamaan kami ditutup dengan dinner keluarga di serayu sekaligus merayakan birthday sepupuku yang sudah masuk ke 23 tahun. Ga berhenti juga kocaknya kami yang tiada henti tertawa, hingga aku sadar kalau momen ini gak akan keulang dilain waktu, karna kesibukan kami semua di ramah yang berbeda. Salam hangat untuk big fam's yang sudah rela jauh² mengunjungi rumah kami untuk bersilaturrahmi. Aku harap, kita kembali bersua di masa kesuksesan kita masing-masing.
![]() |
| Kehangatan Bareng Keluarga |
Ternyata lebaran selalu menjadi momen pertama dalam berkumpul, karena setiap tahun ada keistimewaan yang berbeda. Lebaran tahun lalu hanya sungkem dengan orang tua. Tahun ini, sungkem juga sama bude pakde. Kebersamaan adalah pengalaman semua orang, tidak pandamg bulu. Rayakanlah dengan orang-orang yang kamu cintai readers.
Penulis : Salwa Aulia



!doctype>
0 Komentar