Advertisement

Mengukir Momen Lebaran Sebelum Terlambat

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1446 H di Masjid Besar Al-Uswah

    Tanjungpinang, Ruangwicara.com - Hari raya idul fitri atau yang biasa kita kenal dengan Lebaran merupakan sebuah momen yang sangat membahagiakan bagi umat muslim tentunya. Setelah berpuasa Ramadhan selama 30 hari, lebaran merupakan bentuk perayaan kita akan hari kemenangan karena sudah bersusah payah menahan hawa nafsu pada bulan puasa. Lebaran identik dengan silaturahmi, bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya), dan kue-kue. Banyak momen yang tercipta pada hari lebaran ini, mulai dari pulang kekampung halaman,  saling bermaaf-maafan, berkunjung kesanak saudara, liburan, dan lain-lain.

Juara 1 Pawai lori takbiran hias Masjid Besar Al-Uswah tahun 2024

    Bentuk perayaan lebaran setiap orang sangat bermacam-macam, ada yang merayakan dengan kumpul-kumpul keluarga lalu baca doa bersama, bakar-bakar sate-satean, atau hanya sekedar kumpul bersama. Ada salah satu kebiasaan orang-orang Kepulauan Riau ini dalam merayakan datangnya hari raya Idul Fitri ini, yaitu diadakannya pawai lori takbiran hias. Lori yang sudah di hias dengan sedemikian rupa diarak keliling tanjung pinang, yang membuat orang berlomba-lomba menunjukkan berbagai macam kreatifitasnya dalam pawai takbir ini. Pada tahun ini, alhamdulillah masjid tempat saya tinggal ikut serta dalam pawai lori takbiran hias ini dan sangat bersyukur selalu mendapatkan juara 1 setiap tahunnya. Namun pada tahun ini, sangat disayangkan gelar tersebut harus putus dikarenakan efisiensi anggaran pada pembuatan lori takbiran hias ini di Masjid Besar Al-Uswah,sehingga tidak mendapatkan juara untuk tahun ini jadi hanya ikut meramaikan saja.

    Dibalik itu semua, orang-orang khususnya di Tanjungpinang selalu antusias dengan adanya pawai lori takbiran hias ini. Masyarakat selalu berbondong-bondong untuk melihat berbagai kreatifitas dalam pawai lori takbiran hias ini, dengan menunggu di tepi jalan sesuai dengan rute yang akan dilewati oleh lori takbiran hias keliling ini. Pada tahun ini rute yang dijalankan lumayan panjang dan mengelilingi sekitaran Tanjungpinang, dimulai dari Tugu Sirih tepi laut hingga ke Tugu Tangan KM 16 lalu kembali lari ke Gedung Daerah yang ada di Tepi laut itu. Ini membuat semua orang dapat melihatnya karena melewati rute yang panjang serta menambah semangat bagi peserta yang mengikuti pawai lori takbiran hias ini. Harapannya pawai lori takbiran hias ini bisa terus diadakan sebagai bentuk perayaan dalam rangka datangnya lebaran idul fitri disetiap tahunnya, karena menciptakan momen yang indah pada hari kemenangan adalah sebuah hal yang menandakan bahwa kita senang dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri ini.

    Perayaan lebaran saya tahun ini rasanya kurang lengkap dikarenakan tidak bisa ikut lagi pulang kekampung halaman bersama keluarga dikarenakan libur kuliah yang sangat singkat, alhasil saya merayakan lebaran tahun ini hanya dengan sendiri dirumah. Berbeda dengan malam sebelum hari raya idul fitri, yang mana saya mengikuti pawai lori takbiran hias itu tetapi ketika hari rayanya tiba pada esok hari, tidak terlalu banyak hal yang bisa saya lakukan kecuali ketika diajak oleh Pakde dan Bude saya untuk bersilaturahmi bersama keluarganya.

Silaturahmi bersama teman-teman KPI dirumah Yulianisa Nur Hidayati

    Akan sangat menyenangkan jika itu bersama keluarga sendiri, tetapi ini bukan tahun pertama bagi saya tidak ikut pulang kekampung halaman melainkan sudah 2 tahun semenjak masuk perguruan tinggi di STAIN Sultan Abdurrahman. Tetapi sebenarnya bukan terlalu menjadi masalah yang besar bagi saya, alhamdulillah banyak hal juga yang bisa dilakukan bersama teman-teman. Seperti pergi kepantai untuk barbequan, bermain air, jalan-jalan keliling tanjung pinang, bermain permainan, serta banyak melakukan keseruan bersama yang membuat lebaran saya tahun ini tidak terasa kosong. Ya walaupun begi banyak yang dilakukan disini, tetapi tetap bersama keluarga akan selalu menyenangkan, yang pada tahun ini belum bisa saya rasakan lagi.

Bahan-bahan untuk barbequan dipantai

    Singkat rasanya lebaran tanpa mengukir momen-momen yang berkesan dalam pikiran dan juga hati, seakan hanya lewat begitu saja seperti hari-hari biasa. Penting bagi untuk merayakan hari kemenangan ini dengan membuat kisah yang membekas dihati supaya dapat dikenang nantinya dan diceritakan ketika beranjak dewasa nanti. Maka dari itu, selagi masih ada kesempatan bersama keluarga rayakanlah momen lebaran ini dengan penuh suka cita dan rasa gembira, karena perayaan Idul Fitri ini hanya terjadi 1 tahun sekali yang belum tentu umur kita akan sampai pada tahun berikutnya. Mohon maaf lahir dan batin teman-teman semua.


Penulis : Ahmad Munib

Posting Komentar

0 Komentar