Advertisement

Mengenalku Jangan Dari Cerita Orang


    Sebagai manusia, kita banyak di kelilingi orang-orang, dari keluarga sampai teman. Mengenal lebih banyak orang pasti menjadi suatu kebanggaan pada diri kita, karena mendapatkan banyak teman dan banyak mendapat kenalan baru. Tetapi, apakah mereka datang karena dari sebuah cerita orang-orang?. Cerita dari mulut ke mulut orang lain belum tentu benar, belum tentu apa yang mereka ceritakan tentang diri kita ke orang lain itu benar. Mereka, hanya mendengar omongan omong kosong tanpa kebenaran, membuat kita di benci, membuat kita di jauhkan, membuat kita di kucilkan. Cerita mereka, seperti karangan cerita pendek dari dunia fiksi, yang berdasarkan dari imajinasi mereka, bukan dari kenyataan di dunia. Mereka menyebarkan cerita seperti menyebarkan berita keseluruh dunia yang hanya dari mengenal biografi kita dari foto tanpa bertemu secara langsung.

    Ketika mereka datang, apakah sudah siap berteman dan saling mengenal satu sama lain?. Datang karena kita pintar?, Datang karena kita banyak uang?, Atau datang karena kita menjadi orang sukses dan butuh bantuan dari kita?. Saat itu semua kita lakukan dan kita bantu, lalu mereka pergi tanpa berterimakasih, itu adalah hal yang paling di banggakan menurutku. Kenapa? Apa yang kita bantu, belum tentu bisa dibalas dengan mereka dan apa yang kita tolong untuk mereka, belum tentu kita bisa menolongnya, jangan memaksakan keadaanmu. Kemudian, di saat mereka tidak datang lagi, tiba-tiba saja sebuah karangan cerita pendek muncul. Isinya adalah tentang kita versi karangan orang-orang dan campuran bumbu dari orang luar tanpa kita kenal, entah seperti apa dari nada bebicaranya mereka.

    Memiliki teman tidak hanya sekedar kenal saja, tetapi memiliki teman juga harus tau dari sifat yang kita miliki dan yang mereka miliki. Mengenal diri kita bukan sekedar kenal dari omongan orang, tetapi mengenal kita haruslah saling mengobrol. Kata mereka, kita jahat, tidak mau saling membantu, apakah benar? Itulah karangan cerita yang mereka buat tanpa kenal dengan kita secara langsung terlebih dahulu. Ibarat membeli buku yang hanya tertarik dengan cover buku tanpa membaca isinya terlebih dahulu, sekedar tertarik dengan wajah kita, tetapi belum tau sifat asli kita, baik atau jahat? Cantik atau jelek?.

    Teman-teman, mengenal seseorang itu datanglah secara langsung, bukan dari cerita fiksi karangan orang berdasarkan imajinasi yang dibuat orang-orang, kadang banyak karangan yang tidak sesuai aslinya. Ketika mereka butuh kita ada, tetapi saat kita butuh mereka menghilang, kenapa?, itulah manusia.

    Mungkin itulah essay yang bisa dapat saya sampaikan, jika ada kesalahan dalam penulisan dari penulis mohon maaf, sekian terimakasih J

“Kenali aku dari aku, bukan dari cerita orang lain. Karena yang ada di cerita orang lain itu bukanlah diriku sendiri.”

Penulis : Syifa Adillah Sukardi

Posting Komentar

0 Komentar